Pasti banyak diantara kamu yang mau jadi entrepreneur tapi takut gagal, sama kok saya juga awalnya punya rasa takut gagal, apalagi kalau modal masih dipinjemin sama orang tua. Tapi… kalau kita takut gagal terus kapan kita bisa tau kita akan berhasil atau ga?
Nah jaman sekarang, ada sistem yang memudahkan kita untuk belajar menjadi entrepreneur, namanya sistem dropship. Hampir semua onlineshop bikin sistem ini, sayangnya engga semua orang mampu membuat sistem ini tapi memaksakan diri sehingga bikin sistem dropship ini jadi ribet, padahal konsepnya sangat mudah. Nih ya saya ceritain flow kerjanya dropship.
Supplier (produsen barang) <=> Reseller (pengikut sistem dropship) => Konsumen (calon pembeli dari reseller). Gampangkan?!? :)
Nah ternyata… katanya yang suka bikin repot adalah kalau si supplier ga jelas infoin barangnya, terus susah dicariin dll. Sebenarnya, masalah itu ga akan terjadi kalau barang dari supplier ready stock (bukan PO) dan jumlahnya memadai untuk semua resellernya! Terus kalau susah dicariin mungkin tenaga pekerjanya kurang memadai untuk melayani semua orang. ^_^
Untuk masalah transfer-transferan juga sangat gampang, ga repot kok. Reseller kan booking barang, supplier harus keepin dong (1-2 hari okelah), terus pembeli bayar ke reseller, reseller transfer ke supplier abis itu barang langsung dikirim sesuai perjanjian deh! Ga repot kan? Mungkin yang bikin repot kalau supplier ga pake sistem booking, jadi pas bilang mau harus langsung bayar sedangkan kalau sistem dropship reseller ga memungkinkan untuk begitu karena ada prosesnya dulu.. :)
Masalah yang sering terjadi juga karena supplier kadang masih ambil barang di orang lagi, jadi reseller ini udah jadi “tangan kesekian”, jadi harganya udah mahaaal dan reseller terlanjur harus menjual dengan harga tinggi. Sehingga kadang kanibalisme terjadi, si supplier malah bikin mati pasar resellernya karena reseller harus menjual dengan harga lebih tinggi. Kasian kaan resellernya.. :(
“Sebenarnya banyak sih kalau mau dishare lebih banyak, tapi seruan kalau ketemuan sharingnya *yuk kapan2 kita ketemuan?!?* hehehe.”
Dari sekian banyak ini kelebihan dan kekurangan sistem dropship yang bisa saya share:
+ Ga perlu nyetok barang, kerugian lebih sedikit.
+ Ga perlu cari konsumen, karena barang yang dijual sudah ada pasarnya yang dibuat oleh supplier (produsennya).
+ Ga perlu ngurusin packing, packing tuh ga mudah lho, apalagi kalo 100 paket yang dikirim setiap hari. Jangankan 100, 10 aja dijamin kalian udah siwer liat nama & alamatnya hehehe.
+ Ga perlu ngirim ke JNE, sama juga problematikanya adalah siwer liat nomer resi yang harus dikirimin ketiap reseller.
- Ga tau kualitas barang, makanya saya saranin, sebelum menjadi reseller suatu brand, beli dulu produknya untuk mendapatkan pengalaman saat memakainya, kalau bagus lanjutkan, kalau dirasa kurang ya jangan :)
- Susah berhubungan, bisa karena sinyal error atau memang supplier error beneran (suka ilang-ilangan) hehehe.
- Harus selalu update stock supaya ga tiba-tiba hilang mata pencaharian gara-gara supplier ga ada barang yang kita mau jual.
- Harus cari supplier yg amanah, supaya kegiatan berjualan kita ga terganggu gara-gara hal sepele semacam “uang hilang”, “barang belum ada”, dan kebohongan lainnya.. :)
Soo.. jangan sampe salah cari supplier untuk memulai bisnis dengan sistem dropship kamu ya! Kalau mau tanya lebih jauh tentang dropship bisa langsung inbox House of Kalila ya..
“Everything Start As Nothing”
Love you.
Trisy Dwi Lestari








